Senin, 13 Mei 2013

Geologi Pertambangan SMK Negeri 1 Mandau


I. PENDAHULUAN

Pendidikan adalah salah satu bentuk perwujudan kebudayaan manusia yang dinamis dan sarat perkembangan, karena itu perubahan atau perkembangan pendidikan adalah hal yang seharusnya terjadi sejalan dengan perubahan budaya kehidupan.
Pendidikan yang mampu mendukung pembangunan dimasa mendatang adalah pendidikan yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi kepentingan masyarakat, dunia industri muapun dunia pendidikan itu sendiri.

Bengkalis sebagai daerah yang kaya akan sumber daya alam tentu juga memerlukan sumberdaya manusia yang mampu memberikan jawaban-jawaban tentang potensi daerahnya sendiri, dan itu hanya akan terwujud melalui peningkatan mutu pendidikan terutama yang berkaitan dengan kebumian dan pertambangan.
Penelitian-penelitian lapangan maupun laboratorium perlu terus ditingkatkan untuk mengetahui potensi-potensi sumber daya alam maupun bencana yang mungkin ada dan akan terjadi di daerah Bengkalis maupun Riau pada umumnya. Dan itu hanya akan efektif dengan adanya kerjasama antara lembaga pendidikan dan dunia industri, serta dukungan dan perhatian yang cukup dari Pemda sebagai penanggung jawab dan pengambil keputusan dalam pembangunan.
Kenyataan dilapangan selama ini membuktikan bahw abelum ada kerja sama antara lembaga penelitian dan dunia pendidikan dengan Pemda maupun instansi terkait lainnya, sehingga boleh jadi peneliti-peneliti asing dan donaturnya lebih mengetahui kondisi geologi dan potensi kekayaan alam kita daripada kita sebagai putra daerah, dan pada akhirnya kita hanya akan tetap menjadi penonton di rumah sendiri.
Kondisi itulah yang menjadi dasar dibukanya program keahlian Geologi Pertambangan di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Duri sebagai bentuk kepedulian Pemda dalam dunia pendidikan dan peningkatan sumber daya manusia, terlebih lagi dalam menghadapi otonomi daerah yang sedang bergulir ini.
II. MAKSUD DAN TUJUAN
Maksud dan tujuan dibuatnya profile Program Keahlian Geologi Pertambangan :
1. Supaya tujuan pendidikan dapat tepat sasaran
2. Sebagai arah pemantapan dan pengembangan Program Keahlian Geologi Pertambangan
3. Meningkatkan peran serta institusi pendidikan dan diluar institusi pendidikan untuk lebih memajukan Program Keahlian Geologi Pertambangan
4. Memberikan gambaran perkembangan Program Keahlian Geologi Pertambangan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Duri
5. Menciptakan Program Keahlian unggulan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Duri
III. PERKEMBANGAN PROGRAM KEAHLIAN GEOLOGI PERTAMBANGAN
Program Keahlian Geologi Pertambangan yang berdiri bulan Juli 2000 merupakan program keahlian yang pertama berdiri di SMK Handayani Mandau oleh Yayasan Handayani yang kemudian diambil alih oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkalis dan dinegerikan menjadi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Duri.
Dalam perjalanannya Program Keahlian Geologi Pertambangan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Duri telah menamatkan siswa lebih kurang 200 orang, yang tamatannya 25% melanjutkan ke perguruan tinggi yang ada di Jawa maupun Sumatera, 30% terserap dunia kerja yang ada di Duri pada khususnya dan di daerah wilayah Propinsi Riau pada umumnya, sedangkan 45% belum mendapat pekerjaan.
 Saat ini siswa Program Keahlian Geologi Pertambangan berjumlah 77 orang siswa yang berada di kelas 1 sampai dengan kelas 3. jumlah siswa yang ada tentunya disesuaikan dengan minat dan bakat serta kelengkapan pembelajaran mulai dari tenaga pengajar, sarana dan prasarana yang ada. Siswa kelas 3 saat ini masih mengacu pada Kurikulum Edisi 199 sedangkan siswa kelas 1 dan kelas 2 telah mengacu pada Kurikulum Edisi 2004.
a. Tenaga Pengajar
Saat ini tenaga pengajar Program Keahlian Geologi Pertambangan terdiri dari 2 orang guru dengan komposisi 1 orang guru bantu propinsi dan 1 orang guru honor daerah, diantaranya :
1. Agus Subagiyo, lulusan Teknik Pertambangan UPN Yogyakarta, mulai mengajar tahun 2001, Ketua Program Keahlian Geologi Pertambangan.
2. Firman Siahaan, ST. (akta 4), lulusan Teknik Pertambangan ITM Medan, mulai mengajar tahun 2002.
3. Yudi Cahya Purnama, ST., lulusan Teknik Pertambangan Unisba Bandung, mulai mengajar tahun 2005.
4. Melly Selviana, ST. lulusan Teknik Geologi ITM Medan, mulai mengajar tahun 2011
b. Sarana Praktikum yang dimiliki
1. Kompas Geologi (3 unit)
2. Palu geologi (3 buah)
3. Loupe/kaca pembesar (12 buah)
4. Theodolite (2 unit)
5. Waterpass (2 unit)
6. Statif (3 buah)
7. Ramu ukur (3 buah)
8. Larutan HCl 0,1N
9. Alat peraga batuan
10. Alat peraga mineral
11. Alat peraga fosil
12. Alat peraga kristal
13. Komparator Mohs (1 unit)
14. Alat bor air tanah (1 unit)
15. Alat bor pekerjaan geologi teknik (1 unit)
16. Alat peraga steam injection system (EOR)
17. Pita ukur (3 buah)
18. Rig mini (3 unit)
19. Peta (3 buah)
20. Mikroskop Polarisasi
21. Gelas ukur + pipet (5 buah)
22. Alat pengasah batuan sedimen (1 unit
Peralatan praktek yang ada jelas masih kurang ideal untuk pencapaian kompetensi yang sesuai dengan kurikulum baik dari segi jenis peralatan maupun jumlah peralatan yang ada.


c. Prasarana yang dimiliki
Prasaran yang dimiliki Program Keahlian Geologi Pertambangan terdiri dari 3 ruangan kelas dan 1 laboratorium. Tiga ruangan kelas digunakan untuk belajar siswa masing-masing tingkat, sedangkan 1 ruang laboratorium digunakan untuk praktikum kristalografi dan mineralogi, praktikum batuan dan bahan galian, praktikum pemboran dan peledakan, praktikum menggambar teknik, praktikum mekanika air tanah.
Idealnya Program Keahlian Geologi Pertambangan memiliki :
- 1 ruang perpustakaan
- 4 ruang laboratorium praktek



d. Kerjasama yang telah dijalin
Selama ini Program Keahlian Geologi Pertambangan telah menjalin hubungan dengan bebarapa institusi pemerintah dan pihak industri baik berupa pertukaran informasi, peminjaman peralatan maupun sebagai tempat praktek kerja industri serta penempatan lulusan.
Diantar institusi pemerintah dan pihak insdustri yang telah menjalin kerja sama antara lain :




1. Dinas Pertambangan dan Energi Propinsi Riau
2. Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Kuantan Singingi
3. Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Kampar
4. Dinas Pertambangan dan Energi Propinsi Sumatera Barat
5. Dinas Pertambangan dan Energi Propinsi Jambi
6. Badan Pertanahan Nasional Propinsi Riau
7. Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta
8. STTNas Yogyakarta
9. Institut Teknologi medan
10. Universitas Islam Riau
11. STM Pembangunan Yogyakarta
12. SMK Negeri 5 Rumbai
13. PT. Chevron Pacific Indonesia Duri
14. PT. Pertamnia (Persero) Dumai
15. PT. Tambang Batubara Bukit Asam (UPO Sawahlunto)
16. PT. Halliburton Indonesia (Oil Service)
17. PT. BJ Service (Oil Service)
18. PT. Bormindo Nusantara (Drilling Company)
19. PT. Deka Petrindo (Drilling Company)
20. PT. Semen Padang
21. PT. Sclumberger (Oil Service)
22. PT. Dara Trasindo Eltra (Drilling Company)
23. PT. Terralog Technology (Oil Service)
24. PT. Makarya Ekaguna (Tambang Batubara)
25. PT. Nusa Riau Kencana Coal (Tambang Batubara)
26. PT. Manunggal Inti Artamas (Tambang Batubara)
27. PT. Tribakti Sarimas (Tambang Batubara)
28. PT. Foscoalindo Tiga Bintang (Tambang Batubara)
29. PT. Cipta Kridatama (Tambang Batubara)
30. PT. Radiant Utama (Drilling Company)
31. PT. Dyno chemical
32. PT. Eon Chemical
33. PT. Baker Huges (Oil Service)
34. PT. Tridiantara Alvindo (Drilling Company)
35. PT. General Budi Tekindo (Drilling Company)
Kerjasama tersebut tentunya dapat ditingkatkan untuk kemudian hari dan menjalin kerjasama baru dengan institusi dan perusahaan yang lainnya tentunya dengan kerangka yang lebih mengikat lagi dan melibatkan Pemerintah kabupaten Bengkalis.

2 komentar :

Translate